Posts Tagged ‘ puisi ’

Belakangan Ini…

Belakangan ini hati mu sendu

Melihat bocah mengamen tak punya ayah & ibu

Kau sadar itulah dampak korupsi

Kelakuan pejabat tak pakai hati nurani

Belakangan ini hati mu gundah

Melihat rakyat melarat makin susah

Kau sadari itu ulahmu jua

Tahunan terima suap dengan gembira

Belakangan ini kau berharap taubat

Bersihkan diri dari masa lalu yg bejat

Tapi hatimu pun tak sampai yakin

Saat Boni, anakmu meminta kawin

Saat si bungsu butuh biaya kuliah lagi

Dan kau sekali lagi maklum menerima uang itu

Saat selingkuhanmu pingin sedan baru

(/dj)

Iklan

Abang Jahat

ah.. ah.. ah…

ah.. ah.. ah…

aaaaah…

aaaaah…

aaaaah…

CROTTT !!!

CROTTT !!!

aaaaah…!!! Baca lebih lanjut

Allah Tak Pernah Ingkar Janji

andah

Allah tak pernah ingkar janji, kalau pandai menjaga hati,

Akan mendapat pelindung idaman hati

Memimpin bahtera menuju surga,

Memakai kewibawaan sebagai jubahnya,

Meneteskan peluh dalam berusaha,

Kesabaran dan kelembutan menjadi penghias perangainya,

Sangatlah syukur hati ini bersama karunia-Mu

Ya Allah, mendapat seorang suami yang shaleh Baca lebih lanjut

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

I
Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini Baca lebih lanjut

Hikayat Bulan dan Khairan

bubuybulan

di langit malam: Bulan
memancarkan cintanya kepada Khairan
Khairan tidak perduli
di kamarnya yang sunyi
Khairan menulis puisi
lewat celah jendela
Bulan mengintip Khairan
Khairan tidak perduli
Di kamarnya yang sunyi
Khairan menulis puisi

Di langit bulan gelisah
Khairan tidak perduli
Di langit Bulan sepi
Khairan tidak perduli
Di langit bulan Rindu
Khairan tidak perduli Baca lebih lanjut